fbpx
 

LONCENG MISDINAR 3 SISI / LONCENG MISA KATOLIK

LONCENG MISDINAR 3 SISI / LONCENG MISA KATOLIK

Rp295,000.00

Lonceng Misdinar Isi 3

Bahan : Logam Kuningan

Diameter : 6cm, 5,5cm , 5cm

Description

LONCENG MISDINAR 3 SISI

Bahan : Kuningan

Diameter : 6cm, 5,5cm , 5cm, 4,5cm

Lonceng logam atau gong

LONCENG MISDINAR 3 SISI. Lonceng logam atau gong menjadi simbol kemegahan dalam Misa. Namun, kemegahan yang dimaksud bukan dari arti harfiah, melainkan kemegahan iman. Umat beriman dalam persatuan dengan seluruh Gereja hadir berkumpul pada saat Misa Kudus dan mengarahkan hati kepada Tuhan. Persatuan harapan dan doa umat ini membumbung tinggi ke hadirat Allah dan melengkapi sisi humanis Misa Kudus itu sendiri. Iman inilah yang ditonjolkan selama Misa. Misa Kudus merupakan peringatan akan Misteri Salib ketika Kristus sendiri mengurbankan diri-Nya bagi penebusan dosa seluruh makhluk. Misteri penebusan ini tidak akan mencapai kepenuhan maknanya jika tidak disertai ungkapan iman dari pihak yang ditebus. Inilah yang ingin diperingati dan dicapai dalam setiap Misa. Dalam hal ini, lonceng logam atau gong menjadi tanda kemegahan iman dan kemeriahan Misa Kudus itu sendiri.

2. Keprak     Secara garis besar, keprak memiliki tujuan yang sama sebagaimana lonceng logam atau gong. Namun, satu hal yang membedakan antara keduanya adalah waktu penggunaannya. Lonceng logam atau gong dibunyikan pada saat masa-masa dalam Tahun Liturgi selain Masa Adven dan Prapaskah, waktu ketika keprak digunakan.  Secara umum, keprak merupakan alat yang dirancang sedemikian rupa sehingga dapat mengeluarkan bunyi ketika diputar. Bahan dasarnya pada umumnya berupa kayu sehingga suara yang dihasilkan juga merupakan suara khas kayu yang beradu. Keprak digunakan pada saat Masa Adven atau Masa Prapaskah sebagai simbol harapan dan pertobatan umat beriman. Harapan dan pertobatan inilah yang menjadi tema utama Masa Adven dan Masa Prapaskah, bukan kemeriahan dan kemegahan iman. Setelah kita memahami secara garis besar mengenai lonceng logam atau gong serta keprak, kini tiba saatnya kita memahami penggunaan dari kedua alat tersebut. Pada saat tulisan ini dibuat, Hierarki Gereja Katolik Indonesia telah menerapkan penggunaan Tata Perayaan Ekaristi (TPE) 2005 sebagai bentuk promulgasi dari TPE sebelumnya. TPE 2005 inilah yang turut menjadi acuan dalam penulisan artikel ini, walaupun disadari bahwa khusus mengenai pembunyian lonceng atau keprak, TPE ini mengambil secara utuh panduan sebagaimana yang tertera dalam panduan bagi imam untuk memimpin Misa Forma Extraordinaria (Misa Tridentinuum).

Berikut adalah saat yang BENAR ketika seorang putra atau putri altar membunyikan lonceng logam/gong/keprak: a. Pada saat Misa Hari Minggu/Misa Hari Biasa/Misa Hari Raya

1.      Pada saat Misa dimulai (sebagai pertanda bagi umat bahwa Misa akan dimulai)

2.      Pada saat Doa Syukur Agung, pada bagian “Utuslah Roh Kudus-Mu, agar menjadi bagi kami Tubuh dan Darah Putera-Mu terkasih (+) Tuhan kami, Yesus Kristus”

3.      Pada saat konsekrasi Hosti Suci dan Anggur, dilonceng 3 kali (tengah, kanan, dan kiri). Suara lonceng atau gong diupayakan menggemakan kemegahan, bukannya malah menimbulkan kebisingan

4.      Pada saat akhir Doa Syukur Agung, pada bagian “Dengan perantaraan Kristus, bersama Dia dan dalam Dia, bagi-Mu Allah Bapa yang Maha Kuasa, dalam persekutuan dengan Roh Kudus, segala hormat dan kemuliaan, kini dan sepanjang segala masa. Amin” b. Pada saat Misa Jumat Pertama Pada Misa Jumat Pertama, selain dibunyikan pada saat-saat yang sama dengan poin(a), lonceng juga dibunyikan setiap ada jeda pendupaan yang dilakukan saat perarakan Sakramen Maha Kudus. c. Pada saat menyanyikan Madah Kemuliaan     Lonceng dibunyikan pada saat Misa Kamis Putih, Misa Malam Paskah, Misa Paskah, Misa Malam Natal, dan Misa Natal. d. Pada saat mengiringi pembawa Komuni Suci untuk diterimakan kepada umat/orang sakit. Pada kesempatan ini, lonceng disertai dengan lilin bernyala bertujuan untuk memberitahukan kepada orang-orang sekitar bahwa Tuhan sedang lewat.

dikitip dari: http://ppangabang2.blogspot.com/2013/03/tata-cara-membunyikan-lonceng-pada-misa.html

Additional Information
Weight0.5 kg
Reviews (0)

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “LONCENG MISDINAR 3 SISI / LONCENG MISA KATOLIK”

Your email address will not be published. Required fields are marked *